Saturday, July 19, 2008

Berhentilah Menjadi Gelas,,,


Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

Sebuah Kisah Yang Ingin Dikongsi Bersama




Sebuah kisah yang harus kita kongsi bersama......benar-benar berharap ia dapat menjadikan iktibar buat kita semua. Ameen ........

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkanpengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakanmakanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja"."Apakah Itu?", tanya Abubakar RA."Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana ", kata Aisyah RA.Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulaimenyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".Abubakar RA menjawab, "Aku orangyang biasa.""Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu."Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telahtiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadatdi hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq"

...Seorang Gadis Itu...



Seorang gadis itu...

Yang lembut fitrah tercipta, halus kulit, manis tuturnya, lentur hati ... telus wajahnya, setelus rasa membisik di jiwa, di matanya cahaya, dalamnya ada air, sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka, ceritera hidupnya ...

Seorang gadis itu ...

hatinya penuh manja, penuh cinta, sayang semuanya, cinta untuk diberi ... cinta untuk dirasa ... namun manjanya bukan untuk semua, bukan lemah, atau kelemahan dunia ... ia bisa kuat, bisa jadi tabah, bisa ampuh menyokong, pahlawan-pahlawan dunia ... begitu unik tercipta, lembutnya bukan lemah, tabahnya tak perlu pada jasad yang gagah ...
Seorang gadis itu ...

teman yang setia, buat Adam dialah Hawa, tetap di sini ... dari indahnya jannah, hatta ke medan dunia, hingga kembali mengecap ni'matNya ... Seorang gadis itu ... bisa seteguh Khadijah, yang suci hatinya, tabah & tenang sikapnya, teman lah-Rasul, pengubat duka & laranya ... bijaksana ia, menyimpan ílmu, si teman bicara, dialah Áishah, penyeri taman Rasulullah, dialah Hafsah, penyimpan mashaf pertama kalamullah ...
Seorang gadis itu ...

bisa setabah Maryam, meski dicaci meski dikeji, itu hanya cerca manusia, namun sucinya ALLah memuji ... seperti Fatimah kudusnya, meniti hidup seadanya, puteri Rasulullah ... kesayangan ayahanda, suaminya si panglima agama, di belakangnya dialah pelita, cahya penerang segenap rumahnya, ummi tersayang cucunda Baginda ... bisa dia segagah Nailah, dengan dua tangan tegar melindung khalifah, meski akhirnya bermandi darah, meski akhirnya khalifah rebah, syaheed menyahut panggilan Allah.

Seorang gadis itu ...

perlu ada yang membela, agar ia terdidik jiwa, agar ia terpelihara ... dengan kenal Rabbnya, dengan cinta Rasulnya ... dengan yakin Deennya, dengan teguh áqidahnya, dengan utuh cinta yang terutama, Allah jua RasulNya, dalam ketaatan penuh setia . pemelihara maruah dirinya, agama, keluarga & ummahnya ...

Seorang gadis itu ...

melenturnya perlu kasih sayang, membentuknya perlu kebijaksanaan, kesabaran dan kemaafan, keyakinan & penghargaan, tanpa jemu & tanpa bosan, memimpin tangan, menunjuk jalan ...
Seorang gadis itu ... yang hidup di alaf ini, gadis akhir zaman, era hidup perlu berdikari ... dirinya terancam dek fitnah, sucinya perlu tabah, cintanya tak boleh berubah, tak bisa terpadam dek helah, dek keliru fikir jiwanya, kerna dihambur ucapkata nista, hanya kerana dunia memperdaya ... kerna seorang gadis itu, yang hidup di zaman ini ... perlu teguh kakinya, mantap iman mengunci jiwanya, dari lemah & kalah, dalam pertarungan yang lama ... dari rebah & salah, dalam perjalanan mengenali Tuhannya, dalam perjuangan menggapai cinta, ni'mat hakiki seorang hamba, dari Tuhan yang menciptakan, dari Tuhan yang mengurniakan, seorang gadis itu ... anugerah istimewa kepada dunia!

Seorang gadis itu ...

tinggallah di dunia, sebagai ábidah, dahípayah & mujahidah, pejuang ummah ... anak ummi & ayah, muslimah yang solehah ... kelak jadi ibu, membentuk anak-anak ummah, rumahnya taman ilmu, taman budi & ma'rifatullah ...

Seorang gadis itu ...

moga akan pulang, dalam cinta & dalam sayang, redha dalam keredhaan, Tuhan yang menentukan ... seorang gadis itu dalam kebahagiaan! Moga lah-Rahman melindungi, merahmati dan merestui, perjalanan seorang gadis itu ... menuju cintaNYA yang ABADI

5 Hari yang Sebal...




5 Hari yang Sebal...

Hari Pertama
14 Julai merupakan hari aku mendaftar diri di maktab perguruan aku dolu2 untuk mengikuti kursus ICT selama 3 bulan yang seterusnya. Jam 8.00pg aku tiba di perkarangan maktab dan rupa2nya merupakan hari pendaftaran untuk pelajar sesi baru. Wah!Agak meriah dan kesibukan di sana sini..apapun,aku yang terpinga2 mencari tempat pendaftaran..berasa agak kecewa bila diberitahu pendaftaran untuk kursus aku sepatutnya mula pada minggu hadapan. Apapun,alang2 dah sampai takkan nak berpatah balik..jadik KJ HEP mintak aku pergi berjumpa dengan KJ Unit LDP. Malangnya orang yang dicarik berada di Perlis..nasib baik ada dua orang lagi guru datang bersama..kemudian kami diminta ke Unit TMK..memandangkan banyak perubahan yang telah berlaku di maktab berbanding 7tahun yang lampau..bukanlah perkara senang untuk mendaki bukit dan tangga yang beribu banyaknya di maktab ini. Penat deh..!
Setelah bertemu dengan penyelaras yang berkenaan,dia tempatkan kami di sebuah bilik yang berhawa dingin..Alhamdulillah. Datang lagi dua orang guru..lelaki jugak. Hampehs! Takpa..selangkah kaki dah ke hadapan..guru-guru lelaki minta kebenaran untuk pergi ke kantin..meninggalkan aku "Perempuan Melayu Terakhir" keseorangan di bilik mikro..sejam kemudian barulah nampak seorang guru perempuan cina memasuki bilik mikro ini..leganya. Juga terdapat beberapa muka baru. Maka,kami yang berjumlah 11 orang pun duduklah merenung nasib di dalam kesejukan bilik mikro..lucu tul..ke hulu ke hilir penyelaras kami bergegas..sebab dia tak sangka kami tak dapat surat penangguhan tarikh pendaftaran kursus kami ni..waduh! Banyak juga halangan...
setelah ditaklimatkan beberapa maklumat, aku menghayunkan langkah menuruni bukit yang telah lama aku lupakan perasaannya..menuju ke arah asrama..sebenarnya dalam hati berbelah bahagi samada nak tinggal di asrama atau tak...tapi, tangan tetap mendaftarkan juga nama..cuma kunci jer yang tak ambil...balik semula ke bilik mikro..setelah membosankan diri selama 1jam kami diberi makan tengahari percuma..dalam keadaan kekenyangan nak menuju ke kereta, terlihat kelibat wanita yang amat dikenali..Teacher Mariah..(kak ayu mesti ingat lagi,kan?) sembang jap dengan dia..dapat la sket info pasal teacher kesayangan, teacher rohaya buat PHD di USM (ghajin sungguh dia blajaq) dan ustaz Rusyaidi yang Shy tu dah jadi pensyarah JAPIM di maktab yang sama..setelah berpeluk2 dan bercium2man selama 5min aku pun pulang dengan pelbagai persoalan..
Hari Kedua
Dek masalah dalam perjalanan ke Jambatan Pulau Pinang dan terlepas dari 7.15pg, sudah semestinya aku menjadi mangsa kesibukan dan ke'jem'man trafik..dah dekat 7.50pagi kereta tak bergerak2 jugak..takleh jadi,trus telefon penyelaras bagitau akan terlewat..dan tak sangka 8.05pg berjaya sampai di maktab. Tercungap2 menaiki tangga menuju Dewan Agung..walhal,bukanlah besaw mana pun..jadik,tak paham sampai ari ini kenapa nama dia Dwn Agung..apapun, kepanasan jugala dok dalam dewan belajar menyanyi lagu maktab dan negeri pulau pinang. Mula2 tak paham kenapa kena masuk dewan bersama2 pelajar2 baru. Setelah dijelaskan oleh kak Liew barulah paham..hari ini juga akan menjadi hari yang membosankan..pensyarah banyak yang belum bersedia untuk mengajar kami. Sebab masing2 tak sangka kami akan mendaftar minggu ini bukan minggu depan seperti yang sepatutnya..jadi,kami terpaksa la disuruh masuk ke dewan mendengar ucapan dan menyanyi lagu..ntah apa2 ntah..jam 12.30tgh kami diberi makan tengahari percuma yang terakhir sebab, penyelaras kata esok kelas mula macam biasa..okayla tuh..
Balik tuh, berebut ke sana ke mari, pergi hantaq surat ke JPN pastuh patah balik ke maktab..ambil kunci untuk masuk asrama..(tak nak peristiwa terlewat di atas jambatan berulang lagi)..kebetulan ada sorang lagi cikgu cina dari Terengganu mendaftar hari ini..jadi,tinggal sebilik dengan dialah..lepas ambil kunci,bergegas ke BSN di Perda,buka akaun baru sebab tuntutan untuk kursus guna bank BSN. Lepas balik dari BSN, pulang ke rumah kemas apa yang patut, pastu paksa abang hantaq ke asrama balik..punyala sedey, kena duduk di asrama. Mak lagi lah...tak yah cakap banyak2..anak bongsu dia nak masuk asrama balik memang dia tak berapa berkenan hehehe
Hari Ketiga
Boleh bangun lewat..malam tadi tido sorang2, sebab Wynnie (roommate) masih tido di hotel dengan husbandnya. Setelah bersarapan dengan roti ala kadar, bergerak la mendaki bukit..punyala tinggi..macamlah tak pernah memanjat bukit..nampak sangat lama tak bersenam..8.00pg pensyarah pertama masuk bagi assignment, 10.30pg pensyarah kedua masuk bagi lagi assignment, 12.30tgh pensyarah ketiga masuk pun bagi assignment. Pendek kata setiap kali pensyarah masuk memang kena buat assignment..punyalah tensen..apapun, Wynnie balik bilik sekali hari ini..jadi takla tido sorang2 malam nih.. (-.-) lepas makan tengahari, menyambung pembacaan.."Memoirs of Geisha" tapi versi Bahasa Melayu..layanlah sampai ke malam..sampai makan malam pun dengan roti jer..
Hari Keempat
Bangun lewat lagi..pagi ni mendaki bukit dengan Wynnie..kesian tengok dia dengan high heels nyer mendaki bukit..tapi, memang salute la..sebab tak sangka dia ble jalan selamba jer..kalau aku musti dah lempaq buang kasut tuh..2 orang pensyarah masuk..dua assignment lagi..tapi lega sebab pensyarah bagi balik awal..kunun2nya pergi mencari maklumatla..tapi, disebabkan hujan turun tak berhenti, maka pembacaan buku MoG disambung sebelah malam..hehehe
Hari Kelima
Dapat berita pensyarah masuk wad..jadi pensyarah lain ganti masuk..selamat dia tak bagi lagi assignment..lepas dia kluaq..tak dah yang masuk..apalagi menyambung pembacaan MoG la..yang lain2 sibuk melayari internet..nama pun TMK..jam 12.15tgh kami semua beredar..sebab yakin tak da dah pensyarah nak masuk..menuruni bukit menuju ke arah stesen bas..hari ini balik rumah..tapi, disebabkan kena balik naik bas jadi agak teruja la jugak..dah dekat 7tahun tak naik bas..setelah melintas jalan yang merbahaya tuh..dapat terus naik bas..lega tak ramai sebab dapat tempat duduk..masa nilah, nak nengok sekeliling sebab selalu nengok depan jer..sepanjang jalan ke jeti tuh mata tak beralih dari luar tingkap..macam perak jer jadinya..berenti di jeti..rasa nak naik jejantas kayu..lepas jer panjat tangga lagi..ternampak pakcik yang dok minta sedekah kat atas jeti macam pakcik yang sama masa zaman aku sekolah dulu..fuyoo! Dekat 10tahun la pakcik tu dok minta sedekah kat jejantas tuh..harap2 aku silap orang..jalan menuju ke feri..punyala ghairah. Erm, sempat lagi senyum sorang2 hehehe teringat zaman naik feri yang sama masa sekolah sampaila zaman masuk maktab..memang best. Tapi, disebabkan keseorangan jadi terpaksala kurangkan senyuman kambing sorang2..takut dicap tak betul la nanti..
Turun dari Jeti..agak terperanjat tengok perubahan kat Stesen Bas Jeti yang terbakar dolu2..dah dekat 10 tahun baru nak nampak perubahan..yang best tu ada eskalator plak tuh..gelak lagi sorang2..
Itulah penangan 5 hari di maktab..walhal, ada lebih kurang 13minggu lagi perlu menghabiskan sisa2 hidup ku di maktab yang mendaki bukit nih..Syukur pada Allah sebab bagi kesempatan untuk belajar dan menikmati pengalaman silam sekali lagi..